Catatan materi mata kuliah Tauhid D1 Ushuluddin (Pertemuan ke-1)
Kitab: al-Qawaidul Arba'
Penulis: Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah dengan pensyarah Syaikh Shalih bin Fauzan al-Fauzan hafidzahullah
Pengajar: Ustadz Yulian Purnama hafidzahullah
Kelas: Reguler B
Pertemuan ke-1
بسمالله الرحمن الرحيم
Pada kesempatan kali ini kita akan memulai pelajaran kita dari kitab al Qawaidul Arba'ah yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab bin Sulaiman at Tamimi rahimahullahu ta'ala. Beliau adalah ulama Saudi Arabia yang sudah wafat.
Kemudian syarah yang kita baca adalah syarah dari Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafidzahullahu ta'ala, beliau ulama dari Saudi Arabia dan beliau masih hidup sampai sekarang. Beliau ulama besar, anggota dari al Lajnah ad Daimah, anggota dari Haiyah Ulama (tolong koreksi apabila saya salah dalam penulisan), dan juga beliau menjadi ulama senior yang menjadi rujukan sampai saat ini.
Jadi, penulis kitab al Qawaidul Arba'ah itu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, sedangkan syarah yang sedang kita baca, syarah atau artinya dalam bahasa Indonesia penjelasan. Syarah kitab ini dari Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan.
Kitab ini berjudul al Qawaidul Arba' yaitu "Empat Kaidah". Boleh juga kita sebut al Qawaidul Arba'ah. Hal ini karena al qawaid ini jamak taksir. Jamak taksir untuk benda yang tidak berakal maka boleh mu'annast atau boleh mudzakar. Boleh dibaca arba'ah (mu'annast) atau arba' (mudzakar).
~~~
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mengatakan;
بسم الله الرحمن الرحيم
١-أسأل الله الكريم رب العرش العظيم أن يتولاك في الدنيا والاخرة
"Aku memohon kepada Allah yang Maha Mulia, yang Dia adalah Rabb Arsh yang Agung agar Allah ta'ala menjadikan engkau sebagai wali."
أن يتولاك artinya menjadikan engkau sebagai wali. Dan wali ini, memiliki banyak makna. Wali bentuk jamaknya auliya. Wali dan auliya itu sama. Wali dan auliya memiliki banyak makna, diantaranya makna wali adalah orang yang mendapatkan pertolongan, demikian juga makna wali adalah orang yang mendapatkan kecintaan.
العظيم أن يتولاك Aku memohon kepada Allah agar Allah menjadikan engkau sebagai wali. Maknanya agar Allah menjadikan engkau (pembaca kitab) sebagai orang yang selalu Allah tolong senantiasa dan agar engkau menjadi orang yang dicintai oleh Allah subhanallahu wa ta'ala di dunia dan di akhirat.
و أن يجعلك مبا ركا أينما كنت
"Dan aku memohon kepada Allah agar Allah menjadikan anda wahai pembaca sebagai orang yang senantiasa mendapatkan keberkahan dimanapun anda berada."
"Dan semoga Allah menjadikan anda sekalian sebagai orang yang kalau diberikan nikmat, dia bersyukur."
"Kalau dia diberikan cobaan dia bersabar."
"Kalau dia melakukan dosa, maka dia beristighfar."
"Karena ketiga perkara ini adalah sumber dari kebahagiaan."
Jadi kalau kita diberi nikmat bersyukur, kalau diberi cobaan bersabar, kalau berbuat dosa maka beristighfar. Ini adalah sumber kebahagiaan.
~~~
Kemudian Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafidzahullah menjelaskan;
"Inilah kitab al Qawaidul Arba'"
"Yang ditulis oleh Syakhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah."
Yak, Syaikh Shalih al Fauzan menggelari Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dengan gelar Syakhul Islam karena betapa besar jasa beliau rahimahullah terhadap kaum muslimin dan terhadap dakwah Islam. Syaikh Shalih al Fauzan juga menganggap penulis yaitu Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab mempunyai jasa besar dalam dakwah yang tidak hanya untuk Saudi Arabia, namun untuk seluruh kaum muslimin di seluruh dunia.
Tulisannya mungkin akan saya lengkapi dilain waktu.


Komentar
Posting Komentar